Senin, 19 Desember 2011

Strategi Pemasaran (Tugas 3)


Dimensi produk dan Dimensi pasar
Menurut Matriks Anshoff :








MARKET PENETRATION :
MELAKUKAN PROMOSI BESAR-BESARAN


Usaha Perusahaan untuk meraih pangsa pasar
(market share) dengan product yang sudah ada dan pasar yang terkini
(sudah ada juga).


> Biasanya dengan melakukan Strategi penurunan harga (picing strategy)


Strategi ini digunakan dengan tujuan :


a.Dapat meningkatkan skala ekonomi untuk mendukung
   keuntungan bersaing.


b.Terdapat hubungan yang tinggi antara pengeluaran
   untuk pemasaran terhadap kenaikan penjualan.


c.Pangsa pasar pesaing menurun sedangkan total
   penjualan industri meningkat.


d.Pasar yang ada belum jenuh oleh produk dan jasa
   perusahaan.




Empat unsur marketing mix adalah :


1.Product (menghasilkan barang / jasa )
2.Price (menentukan harga)
3.Place (mendistribusikan barang ke konsumen)
4.Promotion (agar dikenal konsumen)


cara menghitung penetrasi pasar :


Mp = Dc/Dp


dimana:
Mp= Penetrasipasar
Dc= Permintaanpasarsaatini
Dp= Permintaanpasarpotensial




Contoh :
1. PT Unilever memiliki program CSR berupa pendampingan terhadap petani kedelai. Bagi petani program ini dapat meningkatkan kualitas produk dan menjamin kelancaran distribusi bagi PT Unilever program ini akan menjamin pasokan bahan baku untuk produksi PT Unilever yang menggunakan kedelai. Corporate Social Responsibility (CSR) .
2. PT Djarum melaksanakan program CSR dibidang bulutangkis dengan membuat klub, memberikan beasiswa, rutin melaksanakan lomba dan mensponsori kegiatan turnamen bulutangkis baik nasional maupun internasional.
3. Persaingan industri telekomunikasi selular di Indonesia.
Kita dapat melihat bahwa hampir semua operator selular melakukan intensifikasi promosi baik secara above the line maupun below the line campaign. Hal ini diyakini bahwa pasar selular Indonesia masih akan terus tumbuh, demandnya akan terus meningkat. Produk‐produk utama yang mereka tawarkan  bukanlah produk‐produk yang benar‐benar memiliki nilai yang baru, pasar dimana mereka berusaha
melakukan penetrasi secara intensif juga adalah pasar yang secara umum sudah mereka kuasai.
Bagaimana menjadi penguasa market share terbesar dalam pasar yang diyakini demandnya masih akan terus meningkat adalah menjadi fokus utama dipilihnya strategi penetrasi pasar ini.


CONTOH lain :  GEBYAR BCA, MEGA BONUS 




Ø    PRODUK DEVELOPMENT
MENGEMBANGKAN PRODUK YG SDH ADA


produk/jasa yang ditawarkan baru (dapat berupa penyempurnaan produk yang telah ada, ataupun benar‐benar inovasi baru), namun pasar yang menyerapnya adalah pasar yang existing.
Kondisi yang terjadi dimana produk yang ditawarkan adalah produk existing, tetapi pasar yang menyerapnya adalah pasar yang baru. Salah satu motif utama dipilihnya Market Development Strategy ini adalah potensi keuntungan yang dilewatkan apabila tidak masuk ke emerging markets. Kondisi keuntungan pada pasar yang saat ini dikuasai masih baik, namun growth pada emerging markets terlalu menggoda untuk dilewatkan.




STRATEGI INI DIGUNAKAN JIKA :


• PRODUK PD THP KEDEWASAAN/MATURITY
• PRODUK PESAING LEBIH BAIK DAN MURAH
• PERSH MEMILIKI DEPART. R&D
• PASAR SEDANG BERTUMBUH




Contoh :


1.Pabrik‐pabrik otomotif kelas
dunia melebarkan sayap mereka ke pasar China ketika perkenomian China membaik yang membuat daya beli rakyatnya juga meningkat. Kondisi tersebut ditambah dengan transportasi umum di China yang belum sebaik negara‐negara maju. Produk‐produk yang ditawarkan tidaklah berbeda dengan produk‐produk yang telah dipasarkan pada pasar‐pasar sebelumnya seperti di Amerika, negaranegara Eropa dan negara‐negara Asia. Pada artikel utama majalah The Economist edisi terakhir, tulisan yang sangat menarik mengenai dipertanyakannya posisi dominan Toyota sebagai produsen otomotif dunia. Bagaimana pada artikel tersebut disebutkan penjualan VW dan Hyundai secara global meningkat dibandingkan dengan penjualan GM, Honda, dan Toyota belakangan ini. Memang yang menarik dari pasar otomotif China ini adalah Toyota dan Honda tidak mendominasi pasar seperti yang kita rasakan di Indonesia. VW, General Motors, serta Hyundai kelihatannya lebih dominan sampai dengan saat ini dibandingkan Toyota dan Honda. Efek krisis global yang masih terasa tentu saja membuat penjualan dinegara‐negara maju merosot yang mana justru Toyota dan Honda mendominasi. Pasar China sebagai the least loser pada krisis kali ini tentu membawa angin segar bagi VW dan Hyundai.


Pada Market Development Strategy adalah sangat penting untuk dapat
membaca kondisi yang akan terjadi didalam sebuah pasar. Ketertinggalan didalam menggarap sebuah pasar yang baru dapat membawa kemungkinan ketertinggalan secara total dibandingkan dengan pesaing‐pesaing lainnya.


2.General Motors pada awal 90‐an memasarkan mobil sedan listrik GM yang pertama dengan nama EV1, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
Berdasarkan laporan investigatif pada salah satu media, mobil yang seluruhnya digerakkan tenaga listrik ini memang akhirnya ditarik kembali semuanya, namun bukan karena keluhan dari para pelanggan.
Hal tersebut terjadi lebih dikarenakan infrastruktur (tempat pengisian listriknya terbatas dan teknologi baterai yang masih terlalu konvensional pada saat itu serta konflik kepentingan yang cukup besar diantara para produsen otomotif, para produsen minyak dan bahan bakar, serta pemerintah daerah California. Ketika harga minyak dunia menembus USD100/barel, kita dapat
menyaksikan bagaimana produsen‐produsen otomotif dunia kembali berupaya memasarkan mobil yang hemat bahan bakar, hybrid car. Mobil hybrid diyakini dapat menjembatani konflik kepentingan tersebut, karena masih menggunakan bahan bakar fosil.
Perbedaannya adalah pada pemanfaatan baterai pada kendaraan yang lebih dioptimalkan. Dari contoh tersebut kita dapat melihat bagaimana produsen berupaya merebut pasar dengan menawarkan produk substitusi (produk yang memiliki nilai lebih) terhadap produk sebelumnya. Pertumbuhan pasar bukanlah menjadi dasar yang utama pada saat dipilihnya Product Development Strategy.


3.Kompas Gramedia (KG). Perusahaan yang mempekerjakan 12.000 karyawan ini memang awalnya hanya bergerak di bidang media massa cetak. Semula, produk unggulannya hanyalah harian Kompas yang terkenal itu. Kemudian muncul Koran atau majalah KG lainnya seperti Pers Daerah, Warta Kota, National Geographic, Bobo, Hai, Kawanku, Nova, CHIP, Info Komputer, Angkasa, Kontan, What Hi-Fi?, PC Plus, HotGame, Saji, Sedap, Bola, Soccer, Motorplus, Otomotif, Idea. Segmen yang disasar pun semakin luas. Mulai dari anak-anak, remaja, ibu-ibu, pecinta computer, dan lain-lain.


Namun seiring dengan kemajuan di perusahaan ini, KG mulai memperluas medan bisnisnya. KG mulai merambah bisnis sektor komunikasi. Kini bisnis media elektronik pun dijamah oleh mereka, seperti Radio (Otomotion & Sonora). Tidak puas sampai di situ, mereka juga memiliki percetakan dan Event Organizer (EO) sendiri.
mereka memiliki kekuatan pasar yang begitu kuat. Dengan memiliki banyak unit usaha, mereka menutup jalan bagi para pesaina baru (new comer) untuk masuk dan bertahan lama dalam industry yang sama.
Mereka bisa melakukan efisiensi alokasi modal internal. Sebagai contoh jika EO mereka ingin mengadakan pameran buku. EO mereka tidak akan kesulitan menjaring penerbit karena KG sendiri adalah penerbit besar yang tentu punya jaringan penerbit luas. Berikutnya, EO mereka tidak perlu kesulitan harus ke mana untuk memproduksi materi-materi pendukung pameran seperti spanduk, kain, baliho, dan sebagainya. Seab mereka memilik percetakan mereka sendiri yang tentunya menekan production cost pameran EO KG.


4.CMGI, sebuah perusahaan yang telah menggunakan strategi diversifikasi klasik untuk merealisasikan kenaikan nilainya. CMGI berada dalam bisnis yang menciptakan dan mengelola jaringan perusahaan-perusahaan internasional yang berbeda-beda yang focus pada periklanan, pemasaran internet, isi dan komunitas internet, ecommerce, dan teknologi yang memampukan e-commerce. Perusahaan-perusahaan periklanan dan pemasaran yang dimiliki CMGI menawarkan teknologi hi-tech untuk membantu perusahaan membangun periklanan dan pemasaran yang interaktif.


5.Hershey Foods Corp. adalah perusahaan manisan coklat dan non-coklat terbesar di Amerika, ini adalah contoh perusahaan bisnis dominan. Walupun perusahaan ini menjual makanan beberapa produk makanan seperti spagheti dan pasta, tetapi besarnya penghasilan perusahaan lebih banyak didapat dari penjualan produk manisannya tersebut. Untuk selalu meningkatkan minat terhadap produk manisannya, perusahaan ini memperkenalan produk barunya dengan sangat hati-hati dan perhitungan.
Beberapa ahli berpendapat, saat Hershey mengumumkan bahwa ada permen baru yang akan muncul, kemudian menjaganya dalam bungkusan sampai siap untuk dimunculkan meningkatkan penjualan dan menyebarkan perasaan antusiasme terhadap produk-produk Hershey.


6.Disney menerapkan diversifikasi dengan berusaha meningkatkan sumber daya dan kapabilitasnya untuk mendirikan bisnis on-line. Portal utamanya go.com yang merupakan situs hiburan serta ABC.com yang berkaitan jaringan olahraga TV kabel yang dimilki oleh Disney. Disney menggunakan diversifikasi internetnya untuk membangun kekuatan yang telah ada dalam produk-produk hiburannya.


7.CUSSONS,Seperti kita ketahui bahwa awalnya cussons hanya menjual produk untuk keperluan kulit bayi saja, misalnya sabun mandi, shampo, baby oil, namun belakangan cussons juga memproduksi produk perawatan untuk kulit ibu yg sedang hamil maupun setelah melahirkan yg diberi nama Cussons First Years Mom, selain itu cussons juga memproduksi Cussons Bottle and Nipple Cleaner (yg tidak ada kaitannya dgn kulit bayi). Hal ini menunjukkan bahwa Cussons telah melakukan diversifikasi dalam produknya.


8.AMD Corp, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang IT yang mendisain semikonduktor. Mulanya AMD hanya memproduksi chip processor utama saja, tahun demi tahun AMD Corp mengembangkan bisnisnya seperti ke bisnis RAM (random access memory) chip, chipset motherboard, dan setelah merger dengan ATi Technologies, AMD Corp mulai merambah ke industri prosesor grafis dan melakukan inovasi dengan mendisain APU (Accelerated Processing Unit) dimana kompetisi utama AMD Corp dan Ati Technologies digabung, yaitu prosesor komputasi dan grafis dalam satu chip yang cepat dan hemat daya. Alasan yang dipakai berbeda setiap melakukan diversifikasi, yang saya ambil adalah saat AMD Corp memutuskan untuk mengakuisisi ATi Technologies dalam bidang prosesor grafis, adalah untuk meningkatkan nilai atau dari daya saing perusahaan, dapat dilihat dari akuisisi tersebut karena bergerak dalam bidang semikonduktor, aktivitas dapat dibagi karena pabrik yang digunakan untuk memproduksi chip juga sama, transfer kompetisi inti dengan melahirkan inovasi baru (APU) dalam bersaing dengan pesaing utama (Intel) karena pada saat itu kedua belah pihak kesulitan dalam bersaing dengan market leader di bidang masing-masing.


DIVERSIFICATION
Dibagi kedalam tiga pengertian yang berbeda :
                    
I.CONCENTRIC DIVERSIFICATION


MENAMBAH PRODUK BARU YANG SALING BERHUBUNGAN


   STRATEGI INI DIGUNAKAN JIKA ;


•PERTUMBUHAN BISNIS LAMBAT
•PRODUK TLAH PD THP PENURUNAN/DECLINE
•PRODUK BARU LEBIH KOMPETITIF


CONTOH  : UNILEVER => PEPSODENT, SIKAT GIGI


II.CONGLOMERATE DIVERSIFICATION
MENAMBAH PRODUK BARU YG TIDAK SALING BERHUBUNGAN


STRATEGI INI DIGUNAKAN JIKA :


- PASAR PRODUK TELAH JENUH
- BISNIS MENGALAMI PENURUNAN
- PELUANG INVESTASI YG MENARIK


  CONTOH  : CANON MEMPRODUKSI MESIN FOTOCOPY, PRINTER, KAMERA.




III.HORIZONTAL DIVERSIFICATION
MENAMBAH PRODUK BARU YG TDK SALING  BERHUBUNGAN UNTUK KONSUMEN YG SAMA.


STRATEGI INI DIGUNAKAN JIKA :


•PRODUK BARU AKAN MENINGKATKAN PENERIMAAN DARI PRODUK YG SUDAH ADA
•JARINGAN DISTRIBUSI YG ADA DPT DIGUNAKAN UNTUK MEMASARKAN PRODUK BARU


CONTOH : KFC => AYAM GORENG JUGA SOFT DRINK






Perkembangan dan peningkatan bisnis yang baik merupakan harapan bagi setiap pelaku usaha.Upaya dan langkahpun selalu dilakukan untuk meningkatkan usahanya, misalnya denganmenambah jumlah outlet, meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran, serta memperbesar skala usaha. Bahkan ada yang melakukan diversifikasi usaha atau perluasan bisnis pada bidang usaha yang baru. Meski bagi sebagian pelaku usaha kecil, istilah diversifikasi usaha tidak semua orang mengenalnya, tetapi banyak yang melakukannya. Hanya mereka tidak terpaku pada istilah-istilah semacam itu. Pada prinsipnya bagaimana bisa menemukan peluang usaha barudan meningkatkan penghasilan dari usahanya.




Di dalam mengembangkan sebuah bisnis ada berbagai langkah yang dilakukan oleh pelaku usaha diantaranya adalah peningkatan penetrasi pasar, perluasan pasar, pengembangan produk baru dan diversifikasi usaha .




Diversification Strategies :
Secara umum, strategi‐strategi diversifikasi dapat kita bagi menjadi dua macam strategi, yaitu:


1. Integration Strategies.
Beberapa tujuan utama dalam memilih strategi‐strategi integrasi ini antara lain untuk bisa mendapatkan market share lebih besar dan cepat atau mengintegrasikan produk/jasa‐nya dari hulu sampai hilir. Strategi‐strategi integrasi dapat kita bagi menjadi tiga, yaitu:


Forward integration


Kondisi yang terjadi adalah dimana sebuah perusahaan mengakuisisi (dapat juga
membentuk) perusahaan lain yang masih terdapat dalam rantai pasokan
barang/jasa yang sama yang mana akan membawa posisi akhir kepada semakin
dekatnya perusahaan tersebut kepada pengguna akhir barang/jasa tersebut.
Sebagai contoh‐contohnya: Toyota Astra Motor memasarkan produk‐produknya
melalui anak usahanya Auto 2000 serta Apple dalam memasarkan produknya
melalui i‐storenya dan masih banyak lagi. Selain motif mendapatkan keuntungan
yang lebih banyak, salah satu motif utama dilakukannya forward integration adalah
untuk meyakinkan bahwa konsumen akhir memang mendapatkan informasi penuh dari produk/jasa yang diberikan.
Hal ini tercermin dengan pihak‐pihak yang menerapkan strategi ini banyak yang merupakan perusahaan‐perusahaan yang bergerak dibidang teknologi atau mereka yang bergerak pada niche market.




BACKWARD INTEGRATION


Mendapatkan kepemilikan atas pemasok.


      STRATEGI INI DIGUNAKAN JIKA :


•Jumlah pemasok sedikit, pesaing banyak
•Pasokan bahan baku cepat dan murah
•Harga stabil, krn biaya bahan dpt ditekan
•Bisnis pemasok mendpt keuntungan tinggi


Contoh => Indofood è Bogasari


HORIZONTAL INTEGRATION


MENDAPATKAN KEPEMILIKAN ATAS PESAING


STRATEGI INI DIGUNAKAN JIKA PERUSAHAAN :


1. DPT MENJADI MONOPOLI
2. BERSAING DLM BISNIS SEDANG BERKEMBANG
3. MENDUKUNG UNTUK KEUNGGULAN BERSAING
4. MELAKUKAN EKSPANSI


CONTOH :INDOFOOD MEMBELI SUPERMIE DAN SARIMIE


Mereka mau meyakinkan diri bahwa jalur distribusi yang dipakai memang dapat
mengkomunikasikan dengan baik dan detail kemampuan teknis produk‐produk
 yang mereka hasilkan dan kelebihannya dibandingkan dengan kompetitor serta
memastikan pelayanan purna jual yang prima, tidak semata‐mata jalur distribusi
yang menitikberatkan kepada penjualan seperti layaknya menjual komoditas yang
mana fungsi dan featurenya sudah diketahui secara umum.


Tujuan perusahaan melakukan diversifikasi produk adalah : meningkatkan penjualan, menambah kelangsungan perusahaan, memenyhi kebutuhan konsumen, mengembangkan usaha dan meningkatkan reputasi perusahaan. Strategi diversifikasi ini juga oleh sebagian perusahaan digunakan untuk mengungguli persaingan dengan para pesaing. Contoh perusahaan yang melalukan diversifikasi data : perusahaan HP, PT Garam(Persero), PT HM SAMPOERNA Tbk, Honda Motor ,PT Bank Maluku, Purba.


Alasan sebuah perusahaan melakukan diversifikasi produk adalah menjadikan barang yang diproduksi sebagai komuditas dasar untuk mengembangkan produk lainnya. Ini penting agar memiliki barang yang diproduksi memiliki nilai tambah atau value added. Contoh perusahaan yang melakukan diversifikasi produk adalah: PT. Omega Pharmay, Kimia Farma,PT Johnson-Johnson, PT Sara Lee Body Care Indonesia Tbk, Pt Aqua Golden Missisipi Tbk


Contoh tambahan :


1.PT Unilever Indonesia didrikan pada tanggal 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn. A.H Van Ophuijsen, notaris di batavia. Perusahaan Unilever melakukan diversifikasi produk untuk memenuhi selera kebutuhan dan harapan konsumen.
Berikut ini adalah beberapa produk-produk Unilever, seperti :
1.Blue band.
2.Lifebuoy.
3.Pepsodent.
4.Sariwangi.
5.Rexona, dll.


2.Perusahaan energi PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) melakukan diversifikasi usaha ke sektor properti dengan membangun gedung perkantoran, apartemen, dan hotel senilai USD300 juta atau setara Rp3 triliun.


"Perseroan dalam waktu dekat berencana membangun satu gedung perkantoran, dua apartemen, dan satu hotel di wilayah Ancol Jakarta," kata Direktur ARTI Gemilang Zabarin di Jakarta, Rabu (20/8/2008).


Menurut dia, gedung perkantoran yang dinamakan Ratu Prabu 4 itu akan dibangun di Jalan TB Simatupang Jakarta Selatan dengan investasi USD60 juta.


Rencananya, sumber pendanaan pembangunan gedung berlantai 32 ini akan diperoleh dari kas internal, fasilitas pinjaman bank dan sisa hasil penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Namun dia tidak menjelaskan mengenai komposisi pendanaan tersebut dan bank yang memberikan pinjaman.


Adapun untuk mendukung aksi korporasi ini, perseroan akan menggandeng anak usahanya di bidang properti yaitu PT Lekom Maras. "Saat ini proses tersebut masih dalam tahap perizinan mendirikan bangunan, dan diharapkan pada 2009 sudah dapat dilakukan konstruksi," katanya.


Dilanjutkan Gemilang, perseroan juga akan membangun apartemen Ratu Prabu 3 yang merupakanservice apartment dan hotel dimana para pelanggan dan tenant-nya berasal dari apartemen Ratu Prabu 2. "Mereka sebagian besar dari pihak Conoco Philips dan Theis Contractor," katanya.


Sementara investasi pembangunannya mencapai USD90 juta yang diperoleh dari fasilitas pinjaman. Saat ini proses pembangunannya masih dalam tahap land clearing (pembebasan lahan). Namun dia tidak menjelaskan bank yang memberikan pinjaman tersebut. "Kita masih dalam tahap persetujuan kredit dari bank mudah-mudahan Agustus ini sudah didapat hasilnya," kata Gemilang.


Dia mengatakan, perseroan juga akan membangun hotel berbintang lima dengan investasi USD100 juta. Sumber pendanaan hotel yang diberi nama Ratu Prabu 5 ini akan diperoleh dari sisa hasil IPO dan pinjaman bank. Selain itu, ARTI juga akan membangun hotel Ratu Prabu 6 di kawasan Ancol dengan investasi USD50 juta. Sumber pendanaan hotel yang kepemilikannya strata title ini diperoleh dari kombinasi hasil penjualan strata title dan sisa IPO. "Ditargetkan pembangunannya akan dimulai pada 2009," katanya. (Whisnu Bagus /Sindo/ade)




Tingkatan difersifikasi dan contohnya :


Diversifikasi Level Redah  :


- Bisnis Tunggal


Contoh : PT. Ford Motor Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang otomotif, yang menjual kendaraan dengan merk Amerika.


2.Bisnis Dominan


Contoh: McDONALD’S bergerak pada bisnis makanan dan transportasi, tetapi visnis makananlah yang mendominan


• Diversifikasi Level Moderat sampai Tinggi :


1.Berkaitan-terbatas


contoh: The Gillette company merupakan perusahaan yang memfokuskan usahanya dalam pengembangan produksi dan penjualan produk-produk consumer seperti produk perawatan dan kebutuhan pribadi. Gillette penghasil produk pisau dan gagang cukur,selain itu Gillette juga memproduksi Broun alat cukur elektrik nomor satu di Jerman, tidak hanya itu Gillette pun memproduksi sikat gigi oral B juga alat-alat tulis dan alat-alat koreksi.


2.Berkaitan-Berhubungan


Contoh: perusahaan AT&T merupakan perusahaan jasa multimedia seperti halnya ISP, NAP, dan VoIP yang satu sama lain saling berhubungan dalam layanan system komunikasi data.


3. Konglomerasi


contoh: PT Dupont bergerak pada berbagai bidang industry di Indonesia diantaranya di bidang minyak dan gas, unit bisnis yang terlibat adalah DuPont Pipe Solution, DuPont Chemical Solution Enterprise dan DuPont Fluorochemicals. Di bidang konstruksi, ada DuPont Powder Coating, DuPont Glass Laminating Solutions dan DuPont Protective Coating. Sementara di bidang telekomunikasi, salah satunya adalah DuPontTM Kevlar® Solutions for Fiber Optic Cables dan di bidang pembangkit ada DuPont Fluoropolymer Solution.






Ø Market Development :


Memperkenalkan produk-produk yang sudah ada kedaerah pemasaran yang baru (pangsa pasar bertambah).


Strategi ini digunakan ketika :


a. jaringan distribusi tersedia, berkualitas dan tidak mahal.
b. perusahaan memiliki kelebihan kapasitas produksi.
c. perusahaan saat ini sangat berhasil atas apa yang dikerjakan.
d. muncul pasar yang baru atau pasar belum jenuh










Contoh : 


1. Kartu kredit Citibank sebelumnya hanya dimiliki oleh para pengusaha, saat ini dimiliki oleh para mahasiswa.


2. Jasa pengguna internet yang awalnya dibatasi hanya untuk kalangan tertentu sekarang bisa dinikmati oleh semua kalangan
















Daftar Pustaka :


http://groups.yahoo.com/group/manajemen/message/10208


http://agung-praptapa.blog.unsoed.ac.id/2011/03/28/tugas-5-kelas-strat-selasa-corporate-strategy/


http://celebrity.okezone.com/read/2008/08/20/21/138433/arti-diversifikasi-usaha-ke-properti-rp3-triliun


http://data6.blog.de/media/051/5438051_0a33d0e026_d.pdf


http://ocw.gunadarma.ac.id/course/economics/management-s1/manajemen-operasional/pengembangan-produk




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar